Qasidah Burdah
Al-Imam Busyiri Rahmatullah mempunyai banyak kumpulan syair yang dicetak, diantaranya yang sangat terkenal Qasidah Burdah. Banyak pengarang terkenal mengarang syair-syair yang mengikuti jejak beliau dan banyak ulama menulis penjelasan dan uraian Qasidah Burdah tersebut.
Burdah tersebut terdiri dari sepuluh pasal. Dibagian pasal yang pertama syairnya berisi tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Amintadzakkurijii raanimmbidzii salami…. Sampai kalimat Innittahamtu nashii hasysyaibi…..
Pasal yang kedua tentang peringatan dari godaan hawa nafsu yang dimulai kalimatnya syairnya:
Faainna ammaratii bissuimaatta’adzot…. Sampai kalimat Walatazawwadtu qoblalmautinaa filatann…..
Pasal yang ketiga tentang pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Dzollamtu sunnataman ahyaadzdzolamaila…. Sampai kalimat Laatibaya’dilu turbandhomma a’dzumahu…..
Pasal yang keempat tentang kelahiran Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Abaana mauliduhu ‘antiibi’unshurihi…. Sampai kalimat Nabzaambihi ba’da’tasbiihim bibatnihima…..
Pasal yang kelima tentang mu’jizat Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Jaatlida’watihil Asyjaaru saajidatan…. Sampai kalimat Bi’aridhin jaadaau khiltalbibatnihimaa…..
Pasal yang keenam tentang kemuliyaan kitab suci Al-Qur’an dan pujian atasnya yang dimulai kalimat syairnya:
Da’niwawasfiyaaa yaatillahu dzoharot…. Sampai kalimat Qadtunkirul aynudhow asysyamsiminramadin…..
Pasal yang ketujuh tentang isra’nya (dijalankan Rasulullah SAW) dan mi’rajnya Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Yaakhoiromay yammamal ‘afuunasaahatahu….. Sampai kalimat Lammada ’Allahhuda ‘iinalithoatihi…..
Pasal yang kedelapan tentang beberapa kejadian peperangan Nabi Muhammad SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Raa’at qulubul’idaa anbaa’ubi’tsatihi…. Sampai kalimat kafakabil’ilmi filummiyyi mu’jizatan…..
Pasal yang kesembilan tentang mushonnaf bertawwasul dengan kemuliayaan qasidah-qasidah yang disusun kepada Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:
Khodamtuhu bimadihin astaqilubuhi…. Sampai kalimat walamyurid zahratad dunyallatiqtathafat…..
Pasal yang kesepuluh tentang munajat dan menghadapkan segala hajat yang dimulai kalimat syairnya:
Yaa akromalkholqima liimanaluzubihii….. sampai akhir.
Qasidah Burdah terdiri dari seratus enam puluh bait, hampir menjadi qasidah yang paling penting dalam pujian kepada Rasulullah SAW. Sebab itu para ulama di seluruh dunia Islam menyambutnya dengan haramah, sehingga Al-‘Allamah Ibnu Khuldun pernah menghadiahkan burdah tersebut kepada Timur Lanak. Pangeran ‘Abdul Qadar Al-Jazairi menulis dibenderanya satu bait burdah disaat berperang melawan Perancis. Ini bacaannya baitnya:
Wamantakun birasulillahi nusratuhu intalqahul usdufi ajamihaatajimi
Artinya: Barangsiapa dengan Rasulullah pertolongonnya jika bertemu dengan harimau di hutan tidak akan menerkamnya.
Hal ini menunjukan bahwa kaum muslimin di berbagai lapisan menerima qasidah burdah tersebut. Disaksikan adanya majlis-majlis khusus untuk pembacaan burdah dan penjelasan bait-baitnya yang diadakan disebagian besar negara-negara Islam Arab dan Ajam, bahkan disemua negara-negara di dunia sampai ke Amerika.
Di Hadramaut dan banyak daerah Yaman diadakan pembacaan qasidah burdah pada waktu Subuh hari Jum’at atau Ashar hari Selasa. Dan ulama Al-Azhar di




