Waktu Sekarang

Selasa, 2008 Juli 29

Qasidah Burdah

Qasidah Burdah

Al-Imam Busyiri Rahmatullah mempunyai banyak kumpulan syair yang dicetak, diantaranya yang sangat terkenal Qasidah Burdah. Banyak pengarang terkenal mengarang syair-syair yang mengikuti jejak beliau dan banyak ulama menulis penjelasan dan uraian Qasidah Burdah tersebut.

Burdah tersebut terdiri dari sepuluh pasal. Dibagian pasal yang pertama syairnya berisi tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Amintadzakkurijii raanimmbidzii salami…. Sampai kalimat Innittahamtu nashii hasysyaibi…..

Pasal yang kedua tentang peringatan dari godaan hawa nafsu yang dimulai kalimatnya syairnya:

Faainna ammaratii bissuimaatta’adzot…. Sampai kalimat Walatazawwadtu qoblalmautinaa filatann…..

Pasal yang ketiga tentang pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Dzollamtu sunnataman ahyaadzdzolamaila…. Sampai kalimat Laatibaya’dilu turbandhomma a’dzumahu…..

Pasal yang keempat tentang kelahiran Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Abaana mauliduhu ‘antiibi’unshurihi…. Sampai kalimat Nabzaambihi ba’da’tasbiihim bibatnihima…..

Pasal yang kelima tentang mu’jizat Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Jaatlida’watihil Asyjaaru saajidatan…. Sampai kalimat Bi’aridhin jaadaau khiltalbibatnihimaa…..

Pasal yang keenam tentang kemuliyaan kitab suci Al-Qur’an dan pujian atasnya yang dimulai kalimat syairnya:

Da’niwawasfiyaaa yaatillahu dzoharot…. Sampai kalimat Qadtunkirul aynudhow asysyamsiminramadin…..

Pasal yang ketujuh tentang isra’nya (dijalankan Rasulullah SAW) dan mi’rajnya Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Yaakhoiromay yammamal ‘afuunasaahatahu….. Sampai kalimat Lammada ’Allahhuda ‘iinalithoatihi…..

Pasal yang kedelapan tentang beberapa kejadian peperangan Nabi Muhammad SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Raa’at qulubul’idaa anbaa’ubi’tsatihi…. Sampai kalimat kafakabil’ilmi filummiyyi mu’jizatan…..

Pasal yang kesembilan tentang mushonnaf bertawwasul dengan kemuliayaan qasidah-qasidah yang disusun kepada Rasulullah SAW yang dimulai kalimat syairnya:

Khodamtuhu bimadihin astaqilubuhi…. Sampai kalimat walamyurid zahratad dunyallatiqtathafat…..

Pasal yang kesepuluh tentang munajat dan menghadapkan segala hajat yang dimulai kalimat syairnya:

Yaa akromalkholqima liimanaluzubihii….. sampai akhir.

Qasidah Burdah terdiri dari seratus enam puluh bait, hampir menjadi qasidah yang paling penting dalam pujian kepada Rasulullah SAW. Sebab itu para ulama di seluruh dunia Islam menyambutnya dengan haramah, sehingga Al-‘Allamah Ibnu Khuldun pernah menghadiahkan burdah tersebut kepada Timur Lanak. Pangeran ‘Abdul Qadar Al-Jazairi menulis dibenderanya satu bait burdah disaat berperang melawan Perancis. Ini bacaannya baitnya:

Wamantakun birasulillahi nusratuhu intalqahul usdufi ajamihaatajimi

Artinya: Barangsiapa dengan Rasulullah pertolongonnya jika bertemu dengan harimau di hutan tidak akan menerkamnya.

Hal ini menunjukan bahwa kaum muslimin di berbagai lapisan menerima qasidah burdah tersebut. Disaksikan adanya majlis-majlis khusus untuk pembacaan burdah dan penjelasan bait-baitnya yang diadakan disebagian besar negara-negara Islam Arab dan Ajam, bahkan disemua negara-negara di dunia sampai ke Amerika.

Di Hadramaut dan banyak daerah Yaman diadakan pembacaan qasidah burdah pada waktu Subuh hari Jum’at atau Ashar hari Selasa. Dan ulama Al-Azhar di kota Mesir banyak mengkhususkan hari Kamis untuk pembacaan burdah dan mengadakan kajian serta penjelasan burdah, dan sampai hari ini masih diadakan pembacaan burdah di masjid-masjid besar di kota Mesir seperti Masjid Al-Husein, Masjid As-Sayyidatu Zainab dan lain-lain. Di negara Syam majlis-majlis qasidah burdah juga diadakan di rumah dan di masjid-masjid yang dihadiri ulama-ulama besar.

Adapun di Maroko (Magrib) luar biasa di adakan majlis-majlis besar untuk pembacaan qasidah burdah dengan lagu-lagu yang merdu dan indah yang ditentukan secara kelompok setiap pasal lagu khusus. Juga di India, Pakistan dan lainnya.

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 2008 Maret 14

MANUSIA BERHADAPAN DENGAN ENAM PERSIMPANGAN

Abu Bakar r.a. berkata, " Sesungguhnya iblis berdiri di depanmu, jiwa di sebelah kananmu, nafsu di sebelah kirimu, dunia di sebelah belakangmu dan semua anggota tubuhmu berada di sekitar tubuhmu. Sedangkan Allah di atasmu. Sementara iblis terkutuk mengajakmu meninggalkan agama, jiwa mengajakmu ke arah maksiat, nafsu mengajakmu memenuhi syahwat, dunia mengajakmu supaya memilihnya dari akhirat dan anggota tubuh menagajakmu melakukan dosa. Dan Tuhan mengajakmu masuk Syurga serta mendapat keampunan-Nya, sebagaimana firmannya yang bermaksud, "....Dan Allah mengajak ke Syurga serta menuju keampunan-Nya..."

Siapa yang memenuhi ajakan iblis, maka hilang agama dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan jiwa, maka hilang darinya nilai nyawanya. Siapa yang memenuhi ajakan nafsunya, maka hilanglah akal dari dirinya. Siapa yang memenuhi ajakan dunia, maka hilang akhirat dari dirinya. Dan siapa yang memenuhi ajakan anggota tubuhnya, maka hilang syurga dari dirinya.

Dan siapa yang memenuhi ajakan Allah S.W.T., maka hilang dari dirinya semua kejahatan dan ia memperolehi semua kebaikan."

Iblis adalah musuh manusia, sementara manusia adalah sasaran iblis. Oleh itu, manusia hendaklah sentiasa berwaspada sebab iblis sentiasa melihat tepat pada sasarannya.

[+/-] Selengkapnya...

KISAH NAFSU YANG DEGIL PADA PERINTAH ALLAH

Dalam sebuah kitab karangan 'Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud : "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal berbaliklah engkau!", lalu akal pun berbalik.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : "Wahai akal! Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah."

Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."

Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud : "Wahai nafsu, mengadaplah kamu!". Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."

Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau."

Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Kamu adalah tuhanku."

Dalam kitab tersebut juga diterangkan bahawa dengan sebab itulah maka Allah S.W.T mewajibkan puasa.

Dalam kisah ini dapatlah kita mengetahui bahawa nafsu itu adalah sangat jahat oleh itu hendaklah kita mengawal nafsu itu, jangan biarkan nafsu itu mengawal kita, sebab kalau dia yang mengawal kita maka kita akan menjadi musnah.

[+/-] Selengkapnya...

KISAH KELEBIHAN BERPUASA PADA 10 MUHARRAM DAN PERISTIWA-PERISTIWA YANG terjadi PADA HARI TERSEBUT

Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : " Siapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan siapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan siapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka."

Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : " Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?". Maka berkata Rasulullah S.A.W : " Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir'aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !".

[+/-] Selengkapnya...

[ A ]   syarwani 
 

© 2007 Zainisite | Design by Template Unik



Template unik dari rohman


---[[ Skip to top ]]---